Wednesday, January 14, 2015

Renungan: “Living by Faith: Melakoni Hidup Beriman”

"... Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku." Galatia. 2:19b-20

Kata “iman” dalam kehidupan Kristen seringkali dipahami secara sepenggal. Iman sering dipahami hanya sebagai “aktivitas mempercayai hal-hal tertentu tanpa proses berpikir dengan rasio.” Hal ini sangat berbeda dengan apa yang disaksikan Alkitab, khususnya Perjanjian Baru. “Iman” di dalam Perjanjian Baru merupakan integrasi yang utuh antara mengetahui (menggunakan rasio), mempercayai (menerima), dan menghidupi (menjalani dalam kehidupan sehari-hari) kebenaran Allah. Seorang penafsir Alkitab menafsirkan “hidup oleh iman” dalam Galatia 2:20 sebagai “totally trust and surrender to Christ as the only Savior and Lord in our life.” Hidup oleh iman bukan sekadar mempercayai apa yang telah Allah kerjakan di dalam diri  orang percaya melalui kepercayaan pada karya kematian dan kebangkitan Anak-Nya, Yesus Kristus. Hidup oleh iman menuntut totalitas percaya dan menyerahkan hidup kita untuk dipimpin dan dikendalikan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Pemilik hidup kita. Hidup oleh iman adalah mempercayai karya Kristus dan mengikuti serta mentaati Dia setiap hari dalam segala aspek hidup kita.
          Di dalam konteks pelayanan Perkantas Jember, setidaknya ada dua hal yang dapat kita renungkan dari tema “Hidup oleh Iman” dari Galatia 2: 20 ini.
Living by faith atau hidup oleh iman adalah hidup penuh ketaatan dari setiap pelayan yang terlibat di pelayanan Perkantas Jember kepada Allah di dalam Kristus, yang memiliki pelayanan ini. Program kerja dan seluruh strategi pelayanan yang ada harus berangkat dari pimpinan dan kehendak Tuhan.Karena itu, dasar dari semua gerak pelayanan ini harus diawali dari pencarian kehendak Tuhan, yang diwujudkan melalui keintiman setiap pribadi dengan Allah. Membangun spiritualitas yang intim dengan Allah harus menjadi orientasi gerak program dan strategi pelayanan Perkantas Jember. Jika setiap elemen pelayanan yang ada bergerak bersama dalam keintiman dengan Allah, maka bukan hanya kehendak Allah yang menjadi program dan strategi, tetapi kekuatan dan kuasa dalam pelayanan akan menjadi realita pelayanan.

Living by faith means serving by faith. Hidup oleh iman di dalam pelayanan juga berarti melayani oleh iman. Ungkapan “yang menyerahkan diri-Nya untuk aku” merupakan sebuah kesadaran Rasul Paulus akan standar pelayanan Kristus adalah pengorbanan diri untuk orang-orang yang dilayani. Ini adalah sebuah teladan dari Kristus, sekaligus kuasa dari Kristus bagi Paulus untuk berani mengorbankan diri bagi domba-domba yang dilayani. Maka, pelayanan yang dihidupi dari iman kepada Kristus haruslah melahirkan orang-orang yang lebih berani dan lebih banyak lagi utk berkorban sacara waktu, pikiran, tenaga, dan bahkan harta benda untuk orang-orang yang dilayani. Kiranya pelayanan Perkantas Jember di tahun 2015 makin banyak melahirkan para pelayanan yang hidup dan melayani oleh iman di dalam Kristus.

Tuesday, January 13, 2015

Pelayanan Mahasiswa 2014: Terus dimampukan, Terus Berjuang

Syukur pada Allah yang setia memelihara pelayanan mahasiswa Jember. Tahun ini, kami terus dimampukan oleh Tuhan untuk mengerjakan pelayanan ini. Sebagian besar program kerja bisa terlaksana, namun memang harus diakui masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki.

Bersyukur untuk Pekabaran Injil dan Pemuridan yang terus berjalan.
Pada tahun ini, gerak PI yang dilakukan mahasiswa masih lemah bahkan menurun jika dibandingkan gerak PI tahun lalu. Jumlah mahasiswa yang mendengar Injil 26 orang (52% dari target). Dan dari 26 mahasiswa tersebut, 14 orang diantaranya bersedia dimuridkan dalam KTB. Sekalipun hanya 14 mahasiswa yang ter-follow up, kami tetap mengucap syukur atas apa yang Tuhan percayakan ini. Kedepan kami akan berfokus pada follow up hasil PI ke dalam KTB dan terus menjaga konsistensi mereka dalam proses pemuridan.  
Pemuridan pun pada tahun ini juga mengalami banyak kendala. Adik-adik binaan belum memiliki kerinduan untuk membangun pengenalan akan Allah yang lebih utuh melalui KTB. Pengaturan waktu yang buruk dan prioritas kesenangan diri, serta  lemahnya keteladanan pemimpin seringkali melemahkan pertumbuhan kelompok. Selain itu, padatnya aktivitas kampus dan tugas akademis menjadi faktor eksternal yang semakin menyulitkan untuk mengajak mahasiswa bertumbuh dalam Kristus. Ditengah kendala-kendala tersebut, kami bersyukur atas terbentuknya 6 KTB baru (67% dari target) dan 3 pemimpin KTB (37,5% dari target) yang dihasilkan. Kedepan kami harus berjuang lebih keras untuk menghasilkan banyak pemimpin KTB. Oleh karena itu kami akan memaksimalkan mentoring kepada adik-adik binaan yang ditargetkan untuk memimpin, supaya dapat menjaga kesetiaan mereka dalam kegerakan pemuridan. Tantangan memang semakin sulit, tetapj kami percaya Tuhan terus menyertai pelayanan ini.

Di sisi lain, kami dapat melihat kesempatan yang Tuhan berikan untuk turut menggumuli kondisi  bangsa. Kami bekerjasama dengan STT Duta Panisal dan sebagian greja-greja di Jember. Kami mengadakan seminar kebangsaan dengan tema: Agama dan Ke-Indonesiaan. Seminar  diadakan dua hari dengan peserta total 160an orang.

Saat ini kami juga mengalami kendala minimnya SDM untuk regenerasi pengurus Permaker. Semakin sulit untuk mendorong mahasiswa memberi diri bagi pekerjaan kerajaan Allah. Doakan kiranya Tuhan menolong kami, Permaker dan Staf, untuk dapat meneguhkan adik-adik binaan untuk terlibat dalam pekerjaan yang bernilai kekeal ini. Doakan juga supaya kami semakin sehati dan Hikmat Tuhan setia memimpin kami. Tuhan memberkati kita sekalian.   

Pelayanan Siswa 2014: “Being Qualified Disciples”

Di tengah kebingungan yang besar terhadap gereja dan agama, remaja (siswa) sangat membutuhkan pengalaman rohani yang benar dengan Tuhan yang hidup. Pelayanan siswa Kristen hadir di Jember untuk menjangkau siswa-siswi supaya mereka mengalami perjumpaan dengan Kristus di masa remaja mereka. Be Qualified Disciples menjadi tema pelayanan siswa di tahun 2014 ini. Tema ini seolah menjadi semangat bagi kami dalam mengerjakan pelayanan pemuridan yang bertujuan menghasilkan siswa Kristen yang setia dalam mengiring Tuhan, berintegritas, memiliki komitmen dan berani bayar harga, serta dapat bermultiplikasi.
          Syukur kepada Allah, ada 36 siswa yang boleh mendengar kabar baik dari target 44 orang. Dan siswa yang dapat ditindaklanjuti dalam kelompok kecil sebanyak 24 orang (9 Kelompok Kecil). Sedangkan KTB yang terbentuk tahun ini sebanyak 8 kelompok dari target 6 KTB. Kami terus berdoa di tahun 2015 semakin banyak siswa yang bersedia untuk dimuridkan dan berani menjadi saksi Kristus. Target yang kami buat di tahun 2015 yakni terbentuk 8 kelompok kecil dan ada 40 siswa yang mendengar kabar baik. Doakan terus pelayanan siswa Kristen Jember dalam proses pemuridan di tahun 2015, sehingga siswa yang kami layani dapat menjadi murid Kristus yang berkualitas.    

          Saat ini kami juga sedang merintis pelayanan siswa di Lumajang. Sepanjang tahun ini kami berdoa dan bergumul untuk keberadaan pelayan penuh waktu (staf) yang siap melayani siswa di Lumajang. Doakan kami, damai sejahtera Allah menyertai kita sekalian.

Pelayanan Alumni 2014: Alumni yang Efektif Melayani

Sepanjang tahun 2014 ini, tidak ada perkembangan yang signifikan dalam pelayanan alaumni. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, yang banyak memberi porsi perhatian pada anak-anak alumni dan keluarga. Tahun ini pun masih memberikan perhatian kepada keluarga alumni.
          Sebagai penyegaran  bagi keluarga alumni dan pembangunan fellowship antar alumni yang tinggal di Jember dan sekitarnya, pada 22 Juli, diadakan gathering alumni yang berdomisili di Jember, Banyuwangi dan Lumajang. Sayang sekali acara yang ditargetkan diikuti 50 alumni, hanya diikuti oleh 27 alumni dan 13 anak-anak. Tetapi jumlah yang sedikit ini ternyata tak mengurangi keceriaan para alumni untuk berfellowship. Demikian juga dengan ana-anak alumni, mereka bisa menikmati kebersamaan di antara anak-anak alumni.
          Sementara kelompomk PA alumni di tahun 2014 diikuti oleh 36 alumni, tak berkembang dari tahun sebelumnya. Sesungguhnya ada berkisar 50an orang alumni yang tinggak di kota Jember, tetapi tampaknya PA belum menempati perhatian alumni, sekalipun pengakuan dari peserta PA menyatakan bahwa PA alumni telah memberikan kepada mereka penyegaran dalam menjalani kehidupan mereka karena diskusi dalam PA alumni relatif bersentuhan dengan pergumulan hidup, keluarga, dan pekerjaan mereka. Untuk meningkatkan keterlibatan alumni dalam PA alumni, strategi yang sedang dikembangkan adalah PA di rumah alumni yang sementara ini memiliki kesulitan untuk hadir dalam PA alumni.      
          Sementara untuk tahun 2015, perhatian pelayanan alumni akan diperbanyak dengan perhatian kepada pra alumni dan alumni baru. Hal ini guna memperlengkapi para pra alumni untuk memamahmi dunia alumni melalui sharing-sharing alumni. Rencana yang kami buat adalah, akan ada ­share and breakfast bersama pra alumni, selain sebagai tempat fellowship, juga sebagai transfer of life dari share para alumni. Perhatian bagi pra alumni yang sedang di gagas adalah pinjaman lunak dari alumni bagi mereka yang memiliki pergumulan biaya penelitian di akhir studinya.

          Sementara untuk pelayanan misi di tahun 2014, bekerjasama dengan Prima Danarta Credit Union mengadakan pelatihan menjahit bagi para alumni dan warga sekitar rumah persekutuan. Animo awal cukup banyak, sayang konsistensi peserta untuk palatihan ini tak bisa dipertahankan. Sehingga pelatihan ini tidak berhasil. Semangat pengurus masih terus menyala untuk mengadakan pelatihan ini, setidaknya di tahun 2015 nanti, kegiatan ini akan dilanjutkan lagi! Semoga berhasil!

Misi Lokal Mahasiswa 2014: Merintis Jalan Kerajaan Allah Melalui Dunia Pendidikan

Pelayanan Mahasiswa kini juga mengerjakan misi lokal pendidikan dengan nama Kelompok Belajar Cerdas Ceria (KBCC).  KBCC merupakan sebuah komunitas belajar yang dirintis mahasiswa alumni Kamp Regional Bersama (2011) dan Kamp Nasional Mahasiswa (2010) sejak tahun 2011. Komunitas bimbingan belajar gratis ini rindu mengerjakan satu bentuk pelayanan misi di bidang pendidikan. Kerinduan ini diwujudnyatakan melalui bimbingan belajar gratis kepada anak–anak Dusun Jambuan, di satu desa sekitar kampus Tegalboto. Anak-anak yang dilayani rata-rata adalah siswa SD (Sekolah Dasar) dari kelas satu hingga kelas enam SD. Melalui pola pembimbingan yang sekreatif mungkin, diharapkan anak-anak ini akhirnya memiliki sikap senang belajar dan mudah dalam memahami materi pelajaran mereka. Doakan agar benih Injil Kerajaan Allah juga dapat ditaburkan kepada anak-anak ini.
        Akhir Tahun 2014, komintas KBCC  telah memasuki tahun ketiga dalam melayani anak-anak Jambuan. Selama tiga tahun ini banyak kisah dan sukacita yang dialami, tetapi kehadiran adik-adik mulai berkurang. Adik-adik yang masih rindu belajar bersama kami, saat ini tinggal 20 siswa. Hal serupa juga terjadi pada teman-teman pengajar, yaitu jumlahnya terus berkurang dan  saat ini tersisa 6 mahasiswa dan 3 staf.  Kendala yang sedang dihadapi pada tahun ini adalah kurangnya komitmen pengajar sehingga beberapa kelas tidak ada pengajarnya dan harus digabung dengan kelas yang lain. Selain itu regenerasi pengajar sangat sulit karena minimnya SDM. Namun kami tetap bersyukur untuk adik-adik yang tetap datang untuk belajar dan bermain di KBCC, serta pengajar-pengajar setia menyediakan waktu, tenaga dan pengetahuannya untuk adik-adik.

       KBCC ini telah berjalan dengan dukungan dan doa dari banyak pihak. Sumber dana KBCC berasal dari komitmen pengajar, alumni pengajar dan donatur. Bersyukur untuk tahun ini ada 3 donatur yang telah mendukung KBCC. Saldo keuangan KBCC saat ini sebesar Rp 1.474.000,- dengan total kebutuhan untuk tahun ini sebesar Rp 3.550.000,-. Banyak hal yang harus diperbaiki dan diperbaharui untuk menjawab tantangan pendidikan saat ini. Kami berharap dalam kerangka bertindak lokal berpikir global, KBCC dapat berkontribusi untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa.

Tim Pengadaan Rumah Persekutuan (TPRP): Rumah Persekutuan, Rumah Kreasi

Sekalipun bukan satu-satunya aspek penentu dalam bergeraknya pelayanan, keberadaan Rumah Persekutuan (ruper) merupakan bagian penting yang memerlukan perhatian. Sejak keberadaan rumah persekutuan di jl. Halmahera III no 10 A Jember, sejauh ini telah memiliki penerimaan dari lingkungan cukup baik. Puji Tuhan! Sekalipun di awal sempat ada ketakutan dari kami akan adanya penolakan, tetapi setelah berjalan 5 tahun kami telah memiliki relasi sangat baik dengan lingkungan.
          Dari kondisi fisik rumah persekutuan sendiri, belum ada kemajuan pembangunan. Rencana pembangunan dapur di belakang yang seharusnya bisa dikerjakan dua tahun lalu terhambat. Hal ini disebabkan oleh karena tidak adanya kemajuan tabungan untuk pembangunan ruper. Bahkan sampai kini, hutang di BPC masih menyisakan 110 jutaan, sementara tabungan yang ada di tangan tersisa 13,7 juta saja. Artinya memang perlu langkah iman untuk membuat Rumah Persekutuan ini bisa dialnjutkan pembangunannya.
        Kami pengurus BPR dan staf memiliki kerinduan, Rumah Persekutuan ini akan menjadi rumah Kreasi bagi siswa, mahasiswa dan alumni. Ini sudah dimulai, dengan adanya tiga kolam lele dari plastik yang dipandegani oleh beberapa alumni. Harapannya kedepan, akan ada pemanfaatan lahan kosong di belakang dan samping rumah persekutuan untuk ditanami tanaman-tanaman dengan media polybag. Bahkan lebih jauh kami berangan-angan, rumah persekutuan bisa menjadi tempat tinggal para mahasiswa yang mengerjakan kegiatan-kegiatan kreatif.

        Yang diperlukan kini adalah pembangunan rumah persekutuan perlu dilanjutkan! Jika lantai dua bisa dibangun bisa digunakan, kamar-kamar mahasiswa bisa disediakan di sana. Kemudian para mahasiswa bisa tinggal dan berkreasi! Angan-angan ini akan terwujud jika kami berani memiliki iman untuk memulai, mengingat selama tahun 2014 ini donatur untuk ruper hanya 8 orang dengan komposisi 6 orang tinggal di kota Jember, sementara 2 orang tinggal di luar kota. Sungguh ini adalah tantangan iman bagi kami! Terus dukung dan doakan kami.